selamat datang di blog saya

di blog ini saya mencoba mengumpulkan artikel2 yg sangat baik menurut saya, ada juga tulisan-tulisan dr hasil renungan saya sendiri yg saya harapkan bermanfaat atau paling tidak sekedar untuk remind hati dan pikiran kita agar refresh lagi.
Powered By Blogger

mengapa hrs merasa sedih.?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.
Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita.Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya.
Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.
Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.
Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.
Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.







mengapa menuggu.....

Kadang, Tuhan yang mengetahui yang terbaik,akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa...ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu ?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang tepat, daripada memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang terbaik, daripada memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai dan mencintai kita, karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah.
Karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya...Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Rabu, 20 Mei 2009

Kapan Nikah?......


"KAPAN NIKAH???"
"UDAH, JANGAN MILIH-MILIHLAH! !!"
"JANGAN LAMA-LAMA!!! !"
"JANGAN KERJA TERUS DONG!!!"


Tiba-tiba kalimat-kalimat norak diatas jadi sering gue denger dari orang-orang disekitar gue.... nyebelin banget! dan mungkin banyak dialamin juga sama sebagian besar dari kalian semua
(sorry buat yg udah punya pasangan hehehhe...)


KAPAN NIKAH????
ya gak tau! emang kenapa sih kalo gue masih pengen sendiri? emangnya gue bakalan membuat penipisan lapisan ozon makin cepat dengan kesendirian gue.


UDAH JANGAN MILIH-MILIH! !!
Kok jangan milih-milih sih? MEMILIH ITU PENTING. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan lawan jenis dan bukan sesama jenis aja. berarti gue sudah melakukan pemilihan (sadis amat sih contohnya hehehhehe... ..)
Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan si wanita A dan bukan si wanita B, berarti gue sudah melakukan pemilihan. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan pria yang seiman dan bukan yang beda kepercayaan, berarti gue sudah melakukan pemilihan. SIAPA BILANG JANGAN MILIH-MILIH.


JANGAN LAMA-LAMA!!!
LHAAAA... emangnya gue si hunter (nama anjing gue dulu) yang gak bisa ngeliat doggy betina, langsung dikejar-kejar buat dikawinin. Dua pribadi yang berbeda membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Lebih baik menyisihkan waktu lebih lama di waktu pendekatan atau pacaran daripada mengambil keputusan gegabah dengan resiko menyesal seumur hidup.


JANGAN NGEJAR KARIER TERUS!!!
Gue gak ngejar karier, gue ngejar gajinya hahahha.....
nikah itu butuh modal dan modal itu harus dikumpulin sedikit demi sedikit bukan jatuh dari langit. Gue justru ngeri ngeliat temen-temen gue yang berlomba-lomba nikah, kalo gue tanya alasannya pasti karena umur, desakan orang tua yang mulai malu karena anak gadisnya gak laku-laku, takut dibilang perawan tua.
Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat temen-temen gue "tutup mata" terhadap setiap perbedaan yang justru sebetulnya sangat penting untuk dipertimbangkan pada masa pacaran apakah memang "gue itu tulang rusuknya dia" (buat yang cewek) atau apakah "dia tulang rusuk gue " (buat yang cowok), mereka punya prinsip yang penting nikah dulu. mereka dengan gampangnya berpikir bahwa karakter buruk yang sudah tertanam selama berpuluh-puluh tahun didalam diri "sang kekasih" bisa hilang begitu saja pada saat menikah.

Gue tahu mungkin banyak yang gak setuju dengan pendapat gue, tapi gue gak mau menikah hanya karena masalah umur, siapa sih yang berhak ngasih patokan umur seseorang untuk menikah? siapa sih yang berani jamin bahwa nikah di umur 25 tahun akan lebih bahagia dari yang nikah di umur 30 atau lebih?, coba liat di catatan sipil, angka perceraian paling tinggi terjadi pada pasangan yang menikah pada umur yang mana (kalo udah dapet datanya, kasih tau gue ya, soalnya gue sendiri gak pernah ngecek hahahahh.... )

Malah menurut gue menikah diusia 30 atau lebih itu banyak sisi baiknya, karena disitu biasanya emosi seseorang sudah lebih stabil, kedewasaan temperamen sudah mulai terbentuk, persiapan materi cukup memadai. (materi itu tetap harus masuk dalam pertimbangan dong, kan gak bisa bayar listrik sama bayar telepon pake surat cinta), Gue juga gak mau menikah karena desakan orang tua atau karena takut dibilang perawan tua, yang ngejalanin pernikahan itu kan gue bukan mereka, yang bakalan tanggung semua resiko kalo ada masalah kan gue bukan mereka, perkawinan kan bukan tuk dibuat main-main apalagi trus kawin - cerai. kebayang gak tuh kalo sampe salah milih bakalan sengsara seumur hidup.


JADI LU GAK PENGEN NIKAH?
GUBRAKKK.... !!!!
gue pasti pengen nikah tapi dengan alasan yang tepat, gue pengen nikah karena gue menyadari bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani sendirian (ceileee...puitis amat lu), gue pengen nikah karena gue menyadari gue membutuhkan seseorang yang bisa saling mendukung dalam segi spiritual dan material, gue pengen nikah karena gue butuh menyayangi seseorang dan butuh untuk disayangi (hihihihi... jadi malu nih), dan masih banyak lagi... tapi yang jelas gak bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalo soal waktu kan terserah sama yang DIATAS.



DON'T PUSH ME TO GET MARRY SOON, LET ME WAIT MY TIME, CAUSE MY GOD WILL PROVIDE ME THE BEST PERSON WHEN THE TIME COMES.


Dear All,

Boleh sharing ?

Berdasarkan pengalaman pribadi (hehehe...) memiliki pasangan (pacar or tunangan) dengan menikah itu bisa berbedaa banget
Saya termasuk orang yang cepet banget punya pasangan. Dan masa pacaran yang pertama itu nyaris 10 tahun dari SMP sampai kuliah (hihihi). Tapi gak tau kenapa, dari awal saya udah merasa bahwa pacar yang ini bukan calon suami yang akan mendampingi saya sesisa umur saya. Padahal dia tuh orangnya baiiiiiiik banget. sabaaaaar bangeeeet. ngertiiii iiiiiiiin banget dan banyak hal-hal baiiiiiiiik banget yang dia miliki. Hanya saja sejalan dengan perkembangan umur perkembangan minat perkembangan lain-lain saya merasa bahwa dia tidak akan mampu mendampingi saya yang maunya banyaaaaaaaaak banget. Jadinya kita pun putus baik-baik dengan perencanaan tanpa rame-rame walaupun akhirnya seluruh keluarga geger abis) dan membutuhkan waktu hampir 2 tahun untuk menyelesaikan banyak hal.

Kemudian saya kenal dengan suami saya sekarang ini. Masa pacaran juga lamaaaa banget.... sekitar 3 or 4 tahun gitu... pokoknya udah bikin semua ilfil... bosen... dan cape nanya .... (tapi aku keukeuh sukeukeuh.. tidak tergoda untuk menanggapi). .... Calon mertua juga udah cape nanya , cape mengancam ... cape ngeliat kita gak jelas juntrungannya. ... Teman-teman, sodara, calon gebetan ( belum sempet nggebet siiih...) sudah berdebar-debar menunggu... jalan terus apa bubar. Sampai akhirnya.... tiba- tiba saya mau aja diajakin married....

Begitulah... begitu married.... astaga... kemana itu yang namanya pacaran tahun-tahunan. ... Yang namanya pacar sama suami itu beda banget... (hehehe. ..maaf para suami !). Mungkin dia juga mikir... pacar sama isteri juga bedaaaaa banget. Padahal... rasanya waktu pacaran itu semua stok sifat buruk udah keluar semua... (iyalah... pacaran segitu lama..rumah juga gak jauh-jauh amat...masih satu lingkungan.. ..hikksss. ..).

Tapi ternyata ada modifikasi sifat.. ada kebutuhan baru yang nggak kepikiran sebelumnya. Contoh paling sederhana... jaman pacaran sih kita (cewek) seneng aja membuatkan minuman buat sang pacar. Giliran married...duuuh.. ..bangun tidur diminta bikinkan coklat susu sementara kita juga masih nguanttuuuukkkk. ..(tau aja kan manten baru....)... rasanya darah udah naik ke kepala.. Trus... karena belum punya pembokat (walaupun udah misah rumah sama mertua)... kita kan harus cuci pakaian sendiri. Tuuhh si Tuan besar enak aja ngelempar celana sama bajunya ke pojokan kamar... Duaaaar... apa gak kepala mo meledak rasanya ? Biasa kan kamar cewek tuh rapi dan teratur... tiba- tiba jadi kayak kapal pecah! Masih ada lagi dosanya... kalo mencet odol... pasti dari tengah... dan gak pernah ditutup lagi !!!! ( ...setelah saya baca di banyak artikel mengenai pria...ternyata urusan mencet odol ini memang sudah menjadi bagian perilakunya. ..hahaha....) ... kalo nonton tv kerjanya mainin remote control sampe kita senewen ngeliatnya.. .. kalo udah berkutat sama hobinya kita ditinggalin begitu saja...

Hal-hal kecil itu...dan kadang ada hal besar juga.... memang menjadi agenda dan kurikulum perkawinan.
Lima tahun pertama... urusannya masih perang antar suku... ; (silang pendapat, pertandingan egoisme, mencari jati diri sebagai isteri dan suami)...
Lima tahun kedua...urusannya udah mulai ke visi dan misi mengenai pendidikan anak...
Lima tahun ke tiga...urusannya udah ke pengembangan karier dan rumahtangga... . (udah mulai numpuk-numpuk kekayaan...hehehe. .)....
Lima tahun ke empat urusannya udah masa depan anak...mo kemana niih anak kita...jadi udah kembali ke siklus hidup kita yang awal lagi...



Kenapa perkawinan bisa bertahan ?
Jawabnya sederhana : karena KOMITMEN !!
Kita berkomitmen untuk hidup bersama dengan orang yang sangat berbeda dengan kita. Kita berkomitmen untuk mengisi segi-segi yang kurang dari pasangan kita. Sama seperti kita juga menerima dia untuk mengisi kekurangan kita. Justru semakin banyak kekurangan pasangan kita, maka semakin berguna hidup kita. Dan semakin banyak kekurangan kita, semakin banyak kita menerima dari pasangan kita. Kekurangan itu tidak semakin berkurang dengan bergulirnya waktu...tapi terus bertambah. Dan kita pun akan semakin banyak harus mengisi kekurangan pasangan kita, sementara kita juga semakin banyak menerima dari pasangan kita.

Kalau kita sudah malas berkomitmen, maka perkawinan sudah diambang pembubaran. Tidak perlu menunggu orang kedua atau ketiga. Semua itu ada dari dalam diri kita sendiri.

Jadi begitulah...
Kalo memang belum siap berkomitmen. ... biar pun pacaran 10 tahun... 20 tahun... seyogyanya nggak usah married. Biar aja orang lain yang cape komentar. Toh yang akan menjalankan hidup berkeluarga nanti adalah kita berdua... dan kelak anak-anak kita juga. Memang ada yang bilang, ngapain pacaran lama-lama.... kalau sudah ada yang mau ya langsung saja. Itu juga oke... bagaimana kita mampunya aja berkomitmen.

Ada yang bilang, perkawinan itu seperti main judi.
Tapi judi kan seperti tebak-tebakan. Untung-untungan. Padahal perkawinan bisa dipelajari. Saya bilang, perkawinan itu seperti sekolah tanpa akhir... tanpa ijazah... Tiap hari kita belajar, tiap hari kita ujian.... dan uji ketahanannya harus seumur hidup.

Satu hal.... tidak ada perkawinan yang ideal !
Setiap pasangan memiliki pola sendiri. Jadi kita sendirilah yang membuat perkawinan itu mau ideal apa tidak. Jadi jangan mencontek perkawinan orang lain... karena kita bukan menikah dengan salah satu pasangan yang ideal itu... dan kita pun bukan pasangan ideal dari orang yang ideal di luar sana. Yang cocok untuk orang lain, belum tentu ideal untuk kita. Yang cocok untuk kita, belum tentu ideal buat orang lain.

Buat yang sudah married... mohon maaf kalau tidak sesuai dengan pakemnya.
Untuk yang belum married... go ahead... hidup ini punyamu sendiri kok....
Memilih menikah sekarang atau besok, adalah pilihan hidup masa depan...
Kalau mau belajar coba-coba ya monggo...ntar yang sengsara kan diri sendiri....

GBU's

Note :
"Segala sesuatu indah pada waktunya.." Percayalah bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik dan yang sempurna!
Ketika saat ini engkau masih menunggu pasangan hidupmu, persiapkanlah dirimu..isi lah tabung single mu dengan cinta NYA..Sebelum engkau dipertemukan, Tuhan rindu agar engkau sungguh2 menikmati masa single mu bersama Tuhan, memiliki hati yang melekat dengan NYA..
Ketika waktu nya tiba untuk engkau dipertemukan dengan pasangan hidupmu, maka engkau akan melihat bahwa rencana NYA indah pada waktunya dan engkau akan begitu terkagum-kagum melihat kisah cintamu ditulis langsung oleh NYA !!
Dan saat itu engkau telah siap untuk memasuki kehidupan baru untuk menggenapi setiap rencana Nya dalam hidupmu !

***(artikel ini di ambil dr Chicken Soup for The BlueFame's Soul)*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar