
Self Healing" MAHAKOSMOS Terapi Hati Terapi Ikhlas,
Adalah Pencerahan Spiritual menemukan keluarbiasaan Tuhan dengan penggabungan ilmu Hati (ESQ / FSQ), Ilmu Metafisik / Sunatullah hukum semesta alam, Ilmu Tafakur / Meditasi, Pembukaan dan Pembangkitan Seluruh Cakra Energi Spiritual, Olah Rasa dengan menajamkan intuisi rasa, serta ilmu Healing menggunakan Kekuatan Cahaya Illahi, dengan konsep IKHLAS menyerahkan seluruh penyebab masalah tersebut kepada Tuhan melalui CahayaNya dalam diri yang memancar dari gelombang “zero mind” (titik hati).
Manusia turun ke dunia adalah laksana botol kosong yang kemudian terisi seiring semakin dewasa, terisi oleh sumbatan kotoran dan program kehidupan laksana air yang keruh berwarna warni. Botol yang terisi penuh warna warni inilah yang menjadikan hidayah Tuhan tidak bisa terisi, dan juga menjadi masalah kehidupan.
Masalah kehidupan (penyakit phisik, psikis,stress, depresi, emosional, traumatik, masalah bisnis, rumah tangga dan lain-lain) kecenderungan disebabkan oleh cara hidup, cara makan, perilaku, perbuatan, sifat, karakter, pola pikir yang tidak sesuai dengan hukum semesta alam, yang menimbulkan energi negatif dan bersemayam di hati, seluruh rongga badan, aliran darah, organ tubuh, system tubuh, dan menjadi sebuah energi programming yang menarik energi yang sejenis "Hukum Law of Attraction" Dan terakumulasi merusak badan sendiri dan terus menerus menjadikan masalah yang tak kunjung selesai berkepanjangan.
Solusinya pada Workshop Mahakosmos tingkat dasar adalah dengan healing mencabut programming energi negatif tersebut dengan konsep Terapi Hati ilmu Ikhlas.
Dan Mahakosmos tingkat Lanjut adalah dengan CahayaNya membangkitkan kekuatan spiritual yang menekan (pressure) sumbatan di botol tersebut keluar disertai dengan melubangi botol dan pori-porinya, sehingga keluarlah seluruh air keruh warna warni yang masih tersisa. Kembali menjadi botol kosong, siap menerima hidayah Tuhan, CahayaNya.
Ada joke dari negerti tetangga: "Kalau Miskin...Jangan Sakit". Zaman sekarang.... sakit itu mahal, berobat ke RS juga sangat mahal, demikian juga mengkonsumsi obat-obatan. Menjaga kesehatan juga mahal. Namun ada solusi sehat tanpa perlu biaya mahal. Dan sekaligus mendekatkan diri pada Tuhan.
Intinya Ikhlas . . . saja
ketika ikhlas, maka cahaya Illahi akan muncul dari dalam diri. manusia adalah makhluk paling sempurna dari pada makhluk lain. manusia terdiri dari 3 komponen yaitu jiwa,energi (perasaan dan pikiran) dan yg terkahir adalah badan fisik. menurut einstein " yang nyata itu tidak nyata, dan yang tidak nayat adalah nyata ", jadi kita adalah jiwa yang mempunyai badan fisik.
Jiwa kita berisi cahaya Illahi (yang terkandung dalam asmaul husna ).
bagaimana cahaya illahi bisa memancar ? itu tergantung pada kondisi (perasaan dan pikiran ) kita sendiri. kalau perasaan dalam kondisi Ikhlas dan pikiran dalam kondisi NOL maka cahaya Illahi akan bisa memancar keluar. ketika Cahaya Illahi bisa terpancar, maka berbagai niat akan INsyAllah mudah terwujud. misal ingin pesugihan----KAYA maksudnya----- tekniknya jangan minta dengan cara yang aneh-aneh, kita mintanya langsung ke TUHAN saja, Ya Allah yang menggerakkan Cahaya Ar-Rozaq, pancarkan cahaya MU ar-rozaq kepada seluruh penduduk muka bumi. kalau berdoa seperti itu coba rasakan?
Dengan memberi kita menerima, dengan mendoakan orang banyak kita akan lebih mendapatkan fedback yang power ful dari pada berodao untuk diri sendiri, setelh berdoa tersebut, jangan ada rasa apa-apa pasrahkan ke AllAH karena kita tidak bisa apa-apa PASRAHHHHHHHHH semakin pasarah energi semakin dahsyat . . ..
"Tuhan lebih dekat dari urat leher kita, semua yg kita minta pasti akan diperkenankan" ---ini mengutip kitab suci,
Tapi banyak dari kita hanya memehaminya dalam ranah pikiran, pikiran kita berpikir terus tanpa memasuki wilayah perasaan , , , PIKIRAN dan PERASAAN adalah kuncinya----pikiran dalam istilah modern dibagi 2 yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. peran pikiran sadar hanya 10% dan bawah sadar 90% ---dan kedua pikiran ini semua dalam kendali perasaan. manusia sendiri adalah kumpulan dimensi energi baik fisik"badn kasar kita", dan non fisik " badn halus berupa pikiran dan perasaan kita".
kualitas kehidupan dipengaruhi oleh tingkat kesadaran, kalau SERING sadar bahwa dirinya hanyalah tubuh fisik, maka dia akan punya badan fisik lemah,----kalau menyadari bahwa dia itu bukan badan fisik tetapi "perasaan dan pikiran itu sendiri" kualitas hidupnya meningkat===dan kesadaran yg lebih tinggi lagi adalah ketikamenyadari bahwa manusia/kita itu bukanlah fisik, perasaan maupun pikiran tetapi sebagai JIWA. JIWA inilah yg nanti diminta pertanggnjawabnnya kelak
hukum di alam diatur oleh SUNATULLAH yag didalamya ada (hukum karma sebab akibat, hukum ketertarikan, hukum gravitas dan masih banyak hukum-hukum yang lain) ...... kalau mengiginkan sesuatu sebenarnya kita tinggal memanage perasaan dan pikiran kita karena inilah instrumen jiwa yang terdahsyat. orang bilang "mengganti perasaan, mengganti pikiran,akan merubah kualitas kehidupan"
sekarang pertanyaannya "perasaan dan pikiran kita" sering sibuk di hal apa? kalau sering sibuk di hal SEX ya kualitas kehiduapn kita selalu tidaj jauh dari dunia itu, kalau sibuk dengan hal PEKERJAAN ya kualitas kita senilai denga pekerjaan itu,,,,, kalau perasaan dan pikiran kita sibuk dengan hal MISTIK ya kehidupan kita akan tidak jauh dengan hal-hal mistik. semua tergantung anda sebagai JIWA.
Semua yg diakukan . manusia itu membantuk sebuh TRACK RECORD atau rekaman, dan kualitas rekaman sebelumnya akan mempengaruhi kulitas kehidupan selanjutnya. kalau ada si A karena dulu pernah punya pengalaman (baca rekaman) di gigit anjing, maka kualitas kehiduapn selanjutnya dia akan selalu takut pada anjing......, jadi setiap penglaman hidup itu membentu apa yang dinamakan "Believe system".
Yang paling sulit adalah "perasaan dan pikiran" adalah sebuha putaran / rantai yg tidak pernah terputus, karena pikirannya jorok, maka akan mengrahakn perasaan ke hal-hal yang jorok juga. memang perasaan dan pikiran itu tali temali.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2843610

Tidak ada komentar:
Posting Komentar